Tak Berkategori

Cristiano Ronaldo Melewati Perjalanan Yang Tidak Mudah, Bahkan Pernah Alami Masa Frustrasi Di Manchester United

Kita flashback sedikit tentang mega bintang berusia 34 tahun, Cristiano Ronaldo yang tumbuh sebagai pemain hebat saat dirinya masih bermain di Manchester United dulu. Namun bukan berarti perjalanan karir pemain yang kini baru saja membela Juventus tersebut berjalan dengan baik-baik saja.

Dulu Ronaldo bergabung dengan Manchester United pada tahun 2003 lalu setelah mencuri perhatian bersama Sporting CP. Pria asal Portugal itu dulu hanya mampu mencetak enam gol pada musim perdananya di MU, namun mengalami peningkatan dengan bertambah jadi sembilan di tahun berikutnya.

Setelahnya, Ronaldo menjelma menjadi pemain berbahaya dan berhasil mempersembahkan empat gelar, satunya berasal dari Liga Champions. Puncak performanya terlihat pada tahun 2008 lalu, di mana ia sukses merengkuh trofi Ballon d’Or pertamanya.

Perjalanan karir Ronaldo di Manchester United terlihat mulus, tapi tidak seperti demikian didalamnya, jika dilihat dari belakang layar. Eks rekan setim Ronaldo di Manchester United, Jonathan Spector, merupakan saksi hidup dari masa-masa sulitnya saat itu.

“Dia adalah pemain yang frustrasi. Anda bisa lihat dia memiliki banyak kemampuan, tapi dia belum menjadi produk yang sudah jadi,” tutur Spector kepada AmericanGambler.com.

“Saya pikir dia berutang banyak tidak hanya kepada pelatih, tapi juga kepada para pemain di sekitarnya yang telah membuatnya seperti saat ini,” lanjutnya kepada Situs Poker Online.

“[Sir Alex] Ferguson melakukan tugasnya dengan mengumpulkan pemain yang bisa membantu pemain di sekitarnya, membuat dirinya menjadi pemain yang lebih baik. Saya pikir tahun-tahun perkembangan itu membuatnya menjadi produk yang jadi,” tambahnya.

Andai Nistelrooy Tak Sabaran…

Ruud van Nistelrooy adalah salah satu contoh pemain yang telah membantu perkembangan Cristiano Ronaldo sebagai sosok seperti sekarang. Kata Spector, perkembangan Ronaldo bisa saja terhenti andai Nistelrooy menunjukkan ketidaksabaran terhadap dirinya.

“Anda bisa lihat beberapa kali Ruud van Nistelrooy mungkin akan frustrasi karena dia tak tahu berapa banyak step-over yang bakalan dilakukan Ronaldo sebelum mengirimkan bola untuknya di kotak penalti,” tambahnya.

“Tapi kemampuannya mengolah bola, mengalahkan pemain dalam duel satu lawan satu, terlihat jelas bahwa dia akan menjadi pemain yang spesial,” tandasnya.

Kualitas yang ditunjukkan Ronaldo pun semakin menjadi-jadi saat pindah ke Real Madrid pada tahun 2009. Ia berhasil mendulang empat trofi Ballon d’Or lainnya dan sukses mempersembahkan banyak gelar untuk Los Merengues, empat di antaranya datang dari Liga Champions. Sampai saat ini ia membela Juventus klub dengan pelatih barunya, Maurizio Sarri.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *